
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 Juli 2019

Pedoman Memimpin Sidang adat
![]() |
| Buku: Pedoman Memimpin Sidang Adat |

Lobu Tua, Sejarah Awal Kota Barus
![]() |
| Buku: Lobu Tua, Sejarah Awal Kota Barus |
Lembaga Bantuan Hukum JBMI -- Situs Lobu Tua merupakan salah satu situs kota kuno daerah Barus, Provinsi Sumatra Utara, dan pernah dihuni antara akhir abad ke-9 hingga awal abad ke-12 Masehi.
Buku ini bertujuan menunjukkan betapa pentingnyaperanan Barus dalam sejarah kuno Nusantara. Selain memuat hasil-hasil penelitian arkeologi mengenai benda-benda yang ditemukan di situs Lobu Tua, diperkenalkan juga penelitian tentang sumber-sumber kuno berkenaan dengan Barus, termasuk sebuah prasasti berbahasa Tamil, sebuah teks berbahasa Armenia, dan beberapa sumber Tionghoa. Buku ini juga memuat sumbangan artikel mengenai kamper dan kemenyan yang dahulu menjadi sumber kekayaan Barus.

Sastra: Ibrahim dari Barus
![]() |
| Sejarah Raja-raja Barus, buku yang wajib dimiliki orang Batak; |
Hari itu juga akhirnya tersiar kabar. Sultan jatuh sakit. Para tabib berlomba meramu obat. Hamzah Fansuri sendiri kulihat sudah selesai menyeka air mata, secepat ia kembali pada cinta Wujudiyah, dan kini ikut memberi Sultan air ramuan yang sudah didoakan. Hamzah juga mulai bicara tentang penyebab sakitnya Sultan. Sultan, kata Hamzah, menyerang Ibrahim tanpa menyelidiki kebenaran kabar utusan.
Ucapan Hamzah cepat bergema, kelak mempercepat keterusirannya dari istana. Jelas ia dianggap mendukung Raja Barus, betapa pun ia berusaha bijaksana, sebagaimana ia mengecam “meditasi bulan purnama” yang sering dilakukan Sultan.
Sungguh pun begitu, berkat nasehat Hasan dan Jamal, dua murid kesayangan Hamzah, akhirnya ditemukan jalan keluar: istana mesti membuat “Upacara Pula Batee”.
“Tapi bukankah upacara itu untuk raja?” protes seorang uleebalang. Ya, sebenarnya itu upacara pemasangan nisan keluarga raja dengan mengerahkan karnaval gajah dan pesta air.
“Tuan Ibrahim adalah Raja, keturunan raja…,” jawab Hasan tenang.
“Tubuhnya sudah dikubur di Barus, apalagi yang diinginkan?” sela seorang orang kaya....
Baca selanjutnya
Langganan:
Postingan (Atom)







